Close Menu
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Barisan Pengabdian, Rindang Indonesia Gelar Seminar Motivasi Bersama BaitulmaalKu

Ketua Harian Kompolnas RI Arief Wicaksono Ucapkan Selamat kepada Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman

Safari Dakwah Perdana DMI Kota Bekasi, Camat Bekasi Selatan Apresiasi Kepedulian Sosial Masjid

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Media Persada
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
Media Persada
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
You are at:Home»Nasional»DDII-SP2MI Bahas Kolaborasi Perluas Akses Pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah
Nasional

DDII-SP2MI Bahas Kolaborasi Perluas Akses Pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah

redaksiBy redaksiOktober 7, 2026 8:42 pm032 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
img 20261007 wa0035
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Media Persada,I JAKARTA — Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bersama Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) membuka penjajakan kerja sama untuk menangani persoalan anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah di sejumlah daerah di Indonesia.

Pembahasan kerja sama tersebut dilakukan dalam pertemuan di Kantor Pusat DDII, Rabu (7/10/2026). Salah satu fokus yang dibicarakan adalah upaya memperluas akses pendidikan, terutama pendidikan kesetaraan bagi masyarakat yang belum memiliki dokumen atau legalitas pendidikan yang diakui.

img 20261007 wa0032

Wakil Ketua DDII Ahmad Misbahul Anam mengatakan, rencana kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat dan bangsa.

Ia menyebut masih ada masyarakat berusia lebih dari 17 tahun yang belum memiliki jenjang pendidikan maupun legalitas pendidikan sesuai standar yang berlaku. Kondisi itu, menurut dia, dapat menjadi hambatan bagi mereka ketika memasuki dunia kerja atau mengembangkan kegiatan lainnya.

“Insyaallah kami nanti akan melakukan MoU dan kemudian secara detail nanti kami akan membantu, terutama di daerah-daerah yang barangkali tenaga-tenaga guru atau unit-unit pekerjaannya belum bisa tersentuh,” kata Ahmad.

Selain memperluas layanan pendidikan, DDII juga akan mendorong komunikasi dengan pemerintah mengenai regulasi pendidikan kesetaraan. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang agar layanan pendidikan menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh program pendidikan.

Meski demikian, Ahmad menekankan bahwa perluasan akses pendidikan harus tetap dibarengi dengan pemenuhan standar kompetensi dan kualitas pembelajaran.

Di sisi lain, Ketua Umum SP2MI Drs. Hj. Amirudin Yusuf menyatakan, pertemuan dengan DDII merupakan langkah awal untuk membangun kolaborasi dalam menangani persoalan ATS dan anak putus sekolah.

“Hari ini kita SP2MI bersilaturahmi dengan Pengurus DPP Dewan Dakwah Indonesia dalam langkah untuk membuat kerja sama penuntasan ATS, anak tidak sekolah dan anak putus sekolah,” ujar Amirudin.

Menurut Amirudin, persoalan ATS di Indonesia membutuhkan keterlibatan dan koordinasi dari berbagai pihak. Karena itu, SP2MI akan menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui penyusunan kesepakatan kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) bersama DDII.

Ia juga melihat jaringan DDII di bidang pendidikan, termasuk keberadaan program pendidikan kesetaraan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), memiliki potensi untuk diperkuat dalam menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan akses pendidikan.

“Kita coba minta jaringan Dewan Dakwah yang lebih kuat untuk mendekati stakeholder pemerintah yang menangani masalah program ini,” katanya.

Melalui kerja sama tersebut, DDII dan SP2MI berharap jangkauan pendidikan kesetaraan dapat semakin luas sehingga turut mendukung upaya mengurangi jumlah anak tidak sekolah dan anak putus sekolah di berbagai daerah di Indonesia.

 

 

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleEksklusif: Gebrakan Midnight Jakarta Band Usung Rock N’ Roll Bernyawa, Rilis “USST” yang Harus Anda Ketahui
Next Article Eksklusif: PT Astra International Tbk Kembangkan Wisata Budaya Osing di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi yang Harus Anda Ketahui
redaksi

Related Posts

Ketua Harian Kompolnas RI Arief Wicaksono Ucapkan Selamat kepada Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman

Oktober 14, 2026 11:01 am

Gelar Perkara Khusus Kasus Rp120 Juta, Ferry Minta Proses SP2 Lidik Dievaluasi

September 22, 2026 5:28 pm

MoU SP2MI-Kemensos Masih Dikaji, Gerakan Nasional Penuntasan ATS Disiapkan

September 18, 2026 3:08 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Manajemen Lawang Pitu Satukan Musisi Dalam Acara Anniversary Di Ulang Tahun Di Bandar Jakarta Bekasi

Juni 22, 2026 11:35 am57 Views

Foto Melva Pardede Berbaju PDI Perjuangan Viral, Tim Hukum PDIP Jakarta Utara Minta Takedown

September 1, 2026 7:17 am35 Views

Pentas Seni PAI Semarakkan Pendidikan Islam, Wali Kota Bekasi: “Jadikan Seni Sarana Menanam Nilai Mulia

Juli 17, 2026 8:15 pm33 Views
© 2026 mediapersada. Designed by mediapersada.
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.